Minggu, 10 November 2013

Manchester United (Wayne Rooney)


Saya sangat suka sekali dengan klub Manchester United, sejak umur 8 tahun saya sudah mengidolakan klub yang berasal dari negara Inggris tersebut. Awal saya mencintai klub ini berawal dari paman saya yang meminjamkan CD (Compact Disk) tentang kesuksesan Manchester United memenangi Treble Winner di tahun 1988-1999. Di tahun tersebut Manchester United berhasil memboyong 3 piala sekaligus, yakni English Premier League, UEFA Champions League dan FA Cup. Manchester United mencetak rekor sebagai tim Inggris pertama kali yang berhasil memboyong  3 piala berturut-turut. Entah mengapa langsung suka dengan klub ini, jika ada pepatah mengatakan "You don't need a reason to love something" mungkin cocok dengan saya hahaha atau "The morning dew doesn't need a color to make leaves falling in love" zzz .

Di Manchester United ada pemain idola saya, siapakah dia ? TARAAAAA!!!! WAYNE ROONEY. Wayne Rooney adalah striker Manchester United yang diboyong oleh Sir Alex Ferguson dari Everton tahun 2004. Sebenarnya Rooney bukan produk asli Manchester, ia berasal dari kota Merseyside. Namun Sir Alex Ferguson melihat bakat yang ada dala diri Wayne Rooney. Umurnya saat itu masih 18 tahun namun skill bermain sepakbolanya tidak bisa dianggap remeh. Rooney mulai dipanggil untuk membela tim nasional Inggris pertama kalinya pada tahun 2003 dan Euro 2004 lagi lagi Rooney menjadi pencetak gol termuda di kompetisi Piala Eropa tersebut. Sejak saat itu, Rooney semakin sering dipilih untuk masuk tim nasional Inggris dan Juga tampil di Piala Dunia 2006, 2010 dan Piala Eropa 2012.

Berikut adalah prestasi individu Wayne Rooney:
- Pemain Terbaik PFA (1): 2009–10
- Pemain Muda Terbaik PFA (2): 2004–05, 2005–06
- Pemain Terbaik PFA versi Fans (2): 2005–06, 2009–10
- Tim Terbaik PFA (2): 2005–06, 2009–10
- Pesepak bola Terbaik PWA (1): 2009–10
- Gol semusim (3): 2004–05, 2006–07, 2010–11
- Goal of the Month (6): Oktober 2003, Januari 2005, April 2005, Januari 2007, Maret 2007, Februari      2011
- Pemain terbaik Sir Matt Busby (2): 2005–06, 2009–10
- BBC Young Sports Personality of the Year (1): 2002
- Bravo Award (1): 2003
- UEFA Euro 2004 Tim Terbaik
- Pemain Dunia terbaik FIFPro (1): 2004–05
- Pemain Terbaik Bulanan Liga Utama Inggris (5): Februari 2005, Desember 2005, Maret 2006, October  2007, January 2010
- Barclays Player of the Year (1): 2009–10
- Piala Dunia Klub FIFA Bola Emas (1): 2008
- Pemain terbaik Tahunan Inggris (2): 2008, 2009
- Sepatu Emas Penghargaan Markah 20 (1): 2009–10
- FIFA/FIFPro World XI (1): 2011

Prestasi bersama klub:
- Liga Utama Inggris (4): 2006–07, 2007–08, 2008–09, 2010–11, 2012-2013
- Piala Liga Inggris (2): 2005–06, 2009–10
- FA Community Shield (3): 2007, 2010, 2011, 2013
- Liga Champions UEFA (1): 2007–08
- Piala Dunia Antarklub FIFA (1): 2008

Sabtu, 09 November 2013

Kalimat Efektif dan Kalimat Turunan

Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis sehingga pembaca atau pendengar dapat menerima maksud/arti serta tujuannya seperti yang di maksud penulis /pembicara.

Ciri-ciri kalimat efektif: (memiliki)
·        Kesatuan Gagasan
Memiliki subyek, predikat, serta unsur-unsur lain yang saling mendukung serta membentuk kesaruan tunggal. Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum. Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek, melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam.
·        Kesejajaran
Memiliki kesamaan bentukan/ imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- pula.
Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. Yang satu menggunakan predikat aktif, yakni imbuhan me-, sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif, yakni menggunakan imbuhan di-. Kalimat itu harus diubah :
Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan
Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
·        Kehematan
Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata yang berlebih. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat.
Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.
Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Dalam kata mawar, anyelir  dan melati terkandung makna bunga. Kalimat yang benar adalah:
Mawar, anyelir dan melati sangat disukainya.
·        Penekanan
  Kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan. Caranya:
a)      Mengubah posisi dalam kalimat, yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat. Contoh :
Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain.
Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.
b)     Menggunakan partikel; penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel –lah, -pun, dan –kah. Contoh :
Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu.
Kami pun turut dalam kegiatan itu.
Dapatkah dia menyelesaikannya?
c)      Menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting. Contoh :
Dalam membina hubungan antara suami istri, antara guru dan murid, antara orang tua dan anak, antara pemerintah dan rakyat, diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya.
d)     Menggunakan pertentangan, yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan. Contoh :
Anak itu tidak malas, tetapi rajin.
Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial, tetapi total dan menyeluruh.

·        Kelogisan
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/ masuk akal. Contoh :
Waktu dan tempat saya persilakan.
Kalimat ini tidak logis/ tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Kalimat tersebut harus diubah misalnya :
Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.


Kalimat Turunan

Dalam kajian bahasa dibedakan unsur bahasa yang sederhana dan unsur yang kompleks. Dalam morfologi terdapat kata sebagai objek kajian morfologi yang memiliki sifat yang demikian itu yang disebut sebagai kata dasar atau kata turunan. Kata Dasar merupakan dasar pembentukan kata turunan, kata turunan merupakan bentukan dari kata dasar.

Begitu pula dalam sintaksis. Kalimat sebagai objek kajian sintaksis juga dibedakan atas kalimat dasar dan kalimat turunan, kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Kalimat turunan mencakupi turunan tunggal dan kalimat turunan majemuk. Kalimat turunan tunggal merupakan kalimat kompleks yang terdiri atas satu klausa, sedangkan kalimat majemuk merupakan kalimat kompleks yang terdiri atas dua klausa atau lebih. Jadi istilah dasar dan turunan dilihat dari peranan dalam pembentukan.

Jenis Kalimat Menurut Jumlah Klausanya
Menurut jumlah klausa pembentuknya, kalimat dapat dibedakan atas dua macam, yaitu kalimat tunggal, kalimat majemuk atau kalimat turunan.

Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang mempunyai satu klausa. Karena klausanya yang tunggal maka dinamai kalimat tunggal. Hal itu juga berarti hanya ada satu P(predikat) di dalam kalimat tunggal. Seperti telah dijelaskan, unsur S dan P adalah penanda klausa. S dan p selalu wajib dalam setiap kalimat.
Adapun O, Pel, dan Ket sifatnya tidak wajib hadir di dalam kalimat, termasuk dalam kalimat tunggal. Kehadiran O, Pel, Ket bergantung pada P. Jika P masih perlu dilengkapi, barulah unsur yang melengkapi itu dihadirkan.

Contoh :
       
        Kami mahasiswa Indonesia.
        Jawaban anak pintar itu sangat tepat.
        Mobil orang kaya itu ada delapan.
Kalimat tunggal dapt dilengkapi atau diperluas dengan menambah satu unsur O, Pel, dan Ket. Jadi kalimat tunggal tidak harus berupa kalimat pendek.


Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang merupakan gabungan dua atau lebih kalimat tunggal. Hal itu berarti dalam kalimat majemuk terdapat lebih dari satu klausa.

Perhatikan contoh diberikut ini.
v  Seorang manajer harus mempunyai wawasan yang luas dan
S                        P1                           O1
harus menjunjung tinggi etika profesi .
            P2                               O2
v  Anak-anak bermain layang-layang di halaman kampusketika
S1               P1               O1                     Ket
para dosen, karyawan, dan mahasiswa menikmati hari libur .
S2                                    P2            O2
Contoh yang pertama disebut kalimat majemuk setara karena mempunyai dua klausa yang setara/sejajar.Penanda yang memisahkan klausa dalam kalimat majemuk setara antara lain konjungsi dan. Contoh yang kedua disebut kalimat majemuk bertingkat karena klausa yang kedua merupakan perluasan dari klausa pertama.Penanda yang memisahkannya adalah konjungtor ketika.
Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara mempunyai ciri :
        Dibentuk dari dua atau lebih kalimat tunggal
        Kedudukan tiap kalimat sederajat

Penghubung  Klausa dalam Kalimat Majemuk Setara
Jenis Hubungan
Fungsi
Kata Penghubung
Penjumlahan
menyatakan penjumlahan atau gabungan kegiatan, keadaan, peristiwa, dan proses
dan, serta, baik, maupun
Pertentangan
menyatakan bahwa hal yang dinyatakan dalam klausa pertama bertentangan dengan klausa kedua
tetapi, sedangkan, bukannya, melainkan
Pemilihan
menyatakan pilihan di antara dua kemungkinan
Atau
Perurutan
menyatakan kejadian yang berurutan
lalu, kemudian


Contoh kalimat majemuk setara :
        Erni mengonsep surat itu dan Rini mengetiknya.
        Muridnya kaya, tetapi ia sendiri miskin.
        Engkau tinggal disini, atau ikut dengan saya.
        Ia memarkir mobilnya di lantai 3, lalu naik lift ke lantai 7.

Kalimat Majemuk Bertingkat
Konstruksi kalimat majemuk bertingkat berbeda dengan kalimat majemuk setara. Perbedaannya terletak pada derajat klausa pembentuknya yang tidak setara karena klausa kedua merupakan perluasan dari klausa pertama. Karena itu, konjungtur kalimat majemuk bertingkat juga berbeda dengan konjungtur kalimat majemuk setara.

Penghubung Klausa dalam Kalimat Majemuk Bertingkat
Jenis
Hubungan
Kata Penghubung
a. waktu
sejak, sedari, sewaktu, sementara, seraya, setelah, sambil,
sebelum, ketika, tatkala, hingga, sampai
b. syarat
jika(lau), seandainya, andaikata, andaikan, asalkan, kalau, bilamana, manakala
c. tujuan
agar, supaya, untuk, biar


d. konsesif
walau(pun), meski(pun), sekali(pun), biar(pun), kendati(pun), sungguh(pun)


e. pembandingan
seperti, bagaikan, laksana, sebagaimana, daripada, alih-alih,
f. sebab/alas an
sebab, karena
g. akibat/hasil
sehingga, sampai-sampai, maka
h. cara/alat
dengan, tanpa
i. kemiripan
seolah-olah, seakan-akan
j. kenyataan
Padahal, nyatanya
k. penjelasan/ kelengkapan
Bahwa



Contoh kalimat majemuk bertingkat:
        Dia datang ketika kami sedang rapat.
        Lalu lintas akan teratur andaikata pemakai jalan berdisiplin tinggi.
        Anda harus bekerja keras agar berhasil.
        Semangat belajarnya tetap tinggi walaupun usianya sudah lanjut.
   Aku memahaminya sebagaimana ia memahamiku.



Sumber:

Kalimat Efektif (Pengertian, Ciri - Ciri dan Contoh)

Pengertian

Kalimat efektif  adalah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti gagasan yang ada pada pikiran pembicara atau penulis. Kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan,gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan   sesuai dengan maksud sipembicara atau penulis.
Sebelum dapat membuat atau bahkan membetulkan suatu kalimat menjadi efektif, kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan kalimat efektif. Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu dipakai untuk menyampaikan informasi dari pembicara atau penulis kepada lawan bicara atau pembaca secara tepat. Ketepatan dalam penyampaian informasi akan membuahkan hasil, yaitu adanya kepahaman lawan bicara atau pembaca terhadap isi kalimat atau tuturan yang disampaikan. Lawan bicara atau pembaca tidak akan bisa menjawab, melaksanakan, atau menghayati setiap kalimat atau tuturan itu sebelum mereka dapat memahami benar isi kalimat atau tuturan tersebut.


Ciri - Ciri Kalimat Efektif

1. Menurut Sabarti Akhadiah kalimat efektif harus memiliki :
a. kesepadanan dan kesatuan;
b. kesejajaran bentuk;
c. penekanan;
d. kehematan dalam mempergunakan kata;
e. kevariasian dalam struktur

2. Gorys Keraf menyatakan ciri-ciri kalimat efektif sebagai berikut :
a. kesatuan gagasan;
b. koherensi yang baik dan kompak;
c. penekanan;
d. variasi;
e. paralelisme;
f. penalaran atau logika. Pada dasarnya, penalaran (logika) dapat menjadi bagian dari paralelisme makna.

3. Menurut Parera ciri-cirinya adalah :
a. kesepadanan dan kesatuan;
b. keparalelan atau paralisme;
c. ketegasan;
d. kehematan;
e. kevariasian.

4. Martaya Menyatakan ciri-ciri kalimat efektif lebih banyak dari pendapat yang lain, yaitu :
a. mengandung kesatuan gagasan,
b. mewujudkan koherensi yang baik dan kompak,
c. memperhatikan paralelisme,
d. merupakan komunikasi yang berharkat,
e. diwarnai kehematan,
f. ejaan yang disempurnakan,
g. didukung variasi,
h. didasarkan pada pilihan kata yang baik.

Contoh Kalimat Efektif

1. Saran yang di kemukakannya kami akan pertimbangkan ( tidak efektif )
Seharusnya : Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.

2. Sejak dari pagi dia bermenung ( tidak efektif )
Seharusnya : Sejak pagi dia bermenung.



Sumber: 
http://zegyjib.wordpress.com/matkul/bahasa-indonesia/definisi-kalimat-efektif-dan-ciri-cirinya-resume-6/
http://s3fti.wordpress.com/2011/12/10/pengertian-syarat-syarat-dan-contoh-kalimat-efektif/
http://dewisofia03.wordpress.com/2012/10/21/pengertian-kalimat-efektif/

Diksi

Diksi dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara. Arti kedua “diksi” yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi kata seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi daripada pemilihan kata dan gaya.
• Plilihan kata atau diksi mencakup pengertian kata – kata mana yang harus dipakai untuk mencapai suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata – kata yang tepat atau menggunakan ungkapan – ungkapan, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi.
• Pilihan kata atau diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa – nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar.
• Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasa sejumlah besar kosa kata atau perbendaharaan kata bahasa itu. Sedangkan yang dimaksud pembendaharaan kata atau kosa kata suatu bahasa adalah keseluruhan kata yang dimiliki suatu bahasa.
Diksi memiliki beberapa bagian; pendaftaran – kata formal atau informal dalam konteks sosial – adalah yang utama. Analisis diksi secara literal menemukan bagaimana satu kalimat menghasilkan intonasi dan karakterisasi, contohnya penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan gerakan fisik menggambarkan karakter aktif, sementara penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan pikiran menggambarkan karakter yang introspektif. Diksi juga memiliki dampak terhadap pemilihan kata dan sintaks.
Selain itu juga Diksi, digambarkan dengan kata – seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada pemilihan kata dan gaya. Atau kemampuan membedakan secara tepat nuansa – nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar.

Jika dilihat dari kemampuan pengguna bahasa, ada beberapa hal yang mempengaruhi pilihan kata, diantaranya :
· Tepat memilih kata untuk mengungkapkan gagasan atau hal yang ‘diamanatkan’
· Kemampuan untuk membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa pembacanya.
· menguasai sejumlah kosa kata (perbendaharaan kata) yang dimiliki masyarakat bahasanya, serta mampu menggerakkan dan mendayagunakan kekayaannya itu menjadi jaring-jaring kalimat yang jelas dan efektif.

KESESUAIAN DIKSI
Perbedaan ketepatan dan kecocokan pertama-tama mencakup soal kata mana yang akan digunakan dalam kesempatan tertentu, walaupun kadang-kadang masih ada perbedaan tambahan berupa perbedaan tata bahasa,pola kalimat, panjang atau kompleknya suatu alinea, dari beberapa segi lain. Perbedaan antara ketepatan dan kesesuaian dipersoalkan adalah apakah kita dapat mengungkapkan pikiran kita dengan cara yang sama dalam sebuah kesempatan dan lingkungan yang kita masuki.

A. Syarat-Syarat Kesesuaian Diksi

Syarat-syarat kesesuaian diksi adalah sebagai berikut:
1. Hindarilah sejauh mungkin bahasa aatau unsur substandard dalam situasi yang formal.
2. Gunakanlah kata-kata ilmiah dalam situasi yang khusus saja. Dalam situasi yang umum hendaknya penulis dan pembicara mempergunakan kata-kata popular.
3. Hindarilah jargon dalam tulisan untuk pembaca umum.
4. Penulis atau pembicara sejauh mungkin menghindari pemakaian kata-kata slang
5. Dalam penulisan jangan mempergunakan kata percakapan.
6. Hindarilah ungkapan-ungkapan usang (idiom yang mati).
7. Jauhkan kata-kata atau bahasa yang artfisial.

Hal-hal tersebut akan diuraikan lebih lanjut dalam bagian-bagian di bawah ini
1. Bahasa Standar dan Sub Standar
Bahasa standar adalah semacam bahasa yang dapat dibatasi sebagai tutur dari mereka yang mengenyam kehidupan ekonomis atau menduduki status sosial yang cukup dalam suatu masyarakat. Kelas ini meliputi pejabat-pejabat pemerintah, ahli bahasa, ahli hukum, dokter, pedagang, guru, penulis, penerbit, seniman, insinyur, dan lain sebagainya.
Bahasa non stsndar adalah bahasa dari mereka yang tidak memperoleh pendidikan yang tinggi. Pada dasarnya, bahasa ini dipakai untuk pergaulan biasa, tidak di pakai dalam tulisan. Kadang unsur ini digunakan juga oleh para kaum pelajar dalam bersenda gurau, dan berhumor. Bahasa non stadar juga berlaku untuk suatu wilayah yang luas dalam wilayah bahasa standar.
Bahsa standar lebih efektif dari pada bahasa non standar. Bahasa non standar biasanya cukup untuk digunakan dalam kebutuhan-kebutuhan umum.

2. Kata Ilmiah dan Kata Populer
Pilihan kata dalam hubungan dengan kesempatan yang dihadapi seseorang dapat dibagi atas beberapa macam kategori salah satunya adalah kata-kata
ilmiah melawan kata-kata populer.
Bagian terbesar dari kosa kata sebuah bahasa terdiri dari kata-kata yang umum yang dipakai oleh semua lapisan masyarakat, baik yang terpelajar maupun orang atau rakyat jelata. Maka kata ini dinamakan kata-kata populer.
Kata-kata ini juga dipakai dalam pertemuan-pertemuan resmi, dalam diskusi-diskusi yang khusus, dan dalam diskusi-diskusi ilmiah.
Contoh:
Kata populer kata ilmiah
Sesuai Harmonis
Pecahan Fraksi
Aneh Eksentrik
Bukti Argumen
Kesimpulan konklusi

3. Jargon
Kata jargon mengandung beberapa pengertian.
Jargon adalah suatu bahasa,dialek, atau struktur yang dianggap kurang sopan atau aneh tetapi istilah itu dipakai juga untuk mengacu semacam bahasa atau dialek hybrid yang timbul dari percampuran bahasa-bahasa, dan sekaligus dianggap sebagai bahasa perhubungan atau lingua franca.
Jargon diartikan sebagai kata-kata teknis atau rahasia dalam suatu bidang ilmu tertentu, dalam bidang seni, perdagangan, kumpulan rahasia, atau kelompok-kelompok khusus lainnya.
Oleh karena jargon merupakan bahasa yang khusus sekali, maka tidak akan banyak artinya bila dipakai untuk suatu sasaran yang umum. Sebab itu, hendaknya dihindari sejauh mungkin unsur jargon dalam sebuah tulisan umum.

4. Kata Percakapan
Kata percakapan adalah kata-kata yang biasa dipakai dalam percakapan atau pergaulan orang-orang yang terdidik. Pengertian percakapan ini disini sama sekali tidak boleh disejajarkan dengan bahasa yang tidak benar, tidak terpelehara atau tidak disenangi.
Bahasa percakapan yang dimaksud disini lebih luas dari pengertian kat-kat populer, kata-kata percakapan mencakup pula sebagian kata-kata ilmiah yang biasa dipakai oleh golongan terpelajar

5. Kata Slang
Kata slang adalah kata-kata non standar yang disusun secara khas; bertenaga dan jenaka yang dipakai dalam percakapan. Kadang kala kata slang yang dihasilkan dari salah ucap yang disengaja.
Kata-kata slang sebenarnya bukan hanya terdapat pada golongan terpelajar, tetapi juga pada semua lapisan masyarakat.

6. Idiom
Idiom adalah pola struktural yang menyimpang dari kaidah-kaidah bahasa yang umum, biasanya berbentuk frase, sedangkan artinya tidak bisa diterangkan secara logis, dengan bertumpu pada makna kata-kata yang membentuknya, misalnya: seorang asing yang sudah mengetahui makna kata makan dan tangan, tidak akan memahami makna perasa makan tangan. Siapa yang berfikir bahwa makan tangan sama artinya dengan kena tinju atau beruntung besar ? dan selanjutnya idiom-idiom yang menggunakan kata makan seperti: makan garam, makan hati, dan senagainya.

7. Bahasa Artifisial
Yang dimaksud dengan artifisial adalah bahasa yang disusun secara seni.
Fakta dan pernyataan-pernyataan yang sederhana dapat diungkapkan dengan sederhana dan langsung tak perlu disembunyikan.
Artifisial : Ia mendengar kepak sayap kalelawar dan guyuran sisa hujan dari dedaunan, karena angin kepada kemuning.
Ia mendengar resah kuda serta langkah pedati ketika langit bersih kembali menampakkan bima sakti yang jauh.
Biasa :Ia mendengar bunyi sayap kelelawar dan sisa hujan yang ditiup angin di daun.
Ia mendengar derap kuda dan pedati ketika langit mulai terang.

Jenis-Jenis Pilihan Kata atau Diksi
1. Berdasarkan makna
a. Makna Denotatif
Makna denotasi menyatakan arti yang sebenarnya dari sebuah kata. Makna denotasi berhubungan dengan bahasa ilmiah. Makna denotasi dapat dibedakan atas dua macam relasi, pertama, relasi antara sebuah kata dengan barang individual yang diwakilinya, dan kedua relasi antara sebuah kata dan ciri-ciri atau perwatakan tertentu dari barang yang diwakilinya.
Contoh: Bunga melati

b. Makna Konotatif
Makna konotatif adalah suatu jenis kata yang memiliki arti bukan sebenarnya dari sebuah kata.
Contoh: Bunga Bank

2. Berdasarkan leksikal
a. Sinonim
Sinonim adalah kata-kata yang memiliki makna yang sama.
Contoh:
• sayang bersinonim kasih

b. Antonim
Antonim adalah dua buah kata yang maknanya “dianggap” berlawanan.
Contoh:

• Bagus berantonim dengan jelek.
c. Homonim
Homonim adalah dua buah kata atau lebih yang sama bentuknya tetapi maknanya berlainan.
Contoh :
• Ibu mengukur kelapa terlebih dahulu sebelum


Sumber:
 http://noviadevina.blogspot.com/2012/11/pengertian-diksi-dan-contohnya.html
 http://id.wikipedia.org/wiki/Diksi


Senin, 30 September 2013

Puisi Tentang Masa Depan

Masa Depan


Berjalan menelusuri lorong waktu
Halangan dan rintangan telah siap untuk menunggu
Namun aku semangatkan langkah kakiku
Seiring berjalannya waktu terdapat sebuah pintu

Sempat berpikir apa yg ada di balik pintu itu
Pintu itu harus dibuka jika ingin tahu
Aku mengambil kesempatan itu
Karena kesempatan tidak datang untuk yg keseribu

Dengan harapan akan ada masa depan yg cerah dibalik pintu itu
Sesuai dengan doa yang aku panjatkan kepada-Mu setiap waktu


Wacana Singkat Sesuai Ejaan Yang Disempurnakan

Cerita Mantan Pelatih Kiper United Tentang Seorang De Gea




Didatangkan dari Atletico Madrid, David de Gea harus berjuang untuk dapat beradaptasi dengan kehidupan di Inggris. Dalam sebuah wawancara terungkap bahwa De Gea sempat membuat pelatih kiper frustasi.

Eric Steele, pelatih kiper yang sangat berperan dalam peningkatan karir De Gea, berbicara mengenai kemalasan kiper asal Spanyol. De Gea bahkan enggan untuk belajar bahasa Inggris dan memiliki kebiasaan buruk selama sesi latihan. Ia juga gemar memakan Taco dalam jumlah yang cukup banyak.
Steele meninggalkan Old Trafford setelah David Moyes masuk menggantikan Sir Alex Ferguson. Ia berperan penting dalam pengembangan De Gea yang didatangkan dengan harga mencapai 17,8 juta pound dua tahun lalu. Stelee mengaku bangga dengan peningkatan performa De Gea saat ini.

Namun secara terbuka Steele mengakui De Gea sempat memiliki beberapa masalah di awal kedatangannya. “Enam bulan pertama yang menghebohkan,” kenangnya seperti dikutip The Guardian. “Salah satu masalah adalah ia hanya memiliki berat badan 71 kilo. Kami bekerja di dalam maupun di luar lapangan untuk membuatnya lebih kuat. Kami mengubah gaya hidupnya. Setelah selesai berlatih ia ingin pulang ke rumah, lalu saya mengatakan kepadanya untuk kembali di sore hari dan dia bertanya, ‘Mengapa?’”

“Ada masalah dengan gaya hidupnya. Dia tidur dua atau tiga kali sehari. Dia makan pada larut malam. Dia makan terlalu banyak taco. Kami mendorongnya dengan minuman protein setelah berlatih. Kami menyuruhnya melakukan gym. Ia tak suka. Di Spanyol ia tak banyak berolahraga. Kami perlu membangun kekuatannya.”
“De Gea bisa sangat serius dalam latihan, ia selalu lebih baik dalam tim. Saya mengatakan kepadanya ia perlu berlatih lebih baik lagi, ia telah menunjukkan itu setiap hari. Ada saat di mana pada musim pertamanya ia berlatih sangat buruk. Saya mengatakan kepadanya pemain membuat keputusan bagi manajer, bukan sebaliknya. Dia harus menjadi yang pertama, bukan yang terakhir keluar untuk latihan.

Steele kemudian bercerita mengapa pada akhirnya ia memutuskan untuk mengambil pelajaran bahasa Spanyol daripada mengandalkan De Gea untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggrisnya. “Kami harus berkomunikasi secara langsung, bahkan jika yang kami ucapkan hanya istilah-istilah dasar. David malas untuk belajar bahasa Inggris. Jadi saya yang belajar. Saya terus mengatakan kepadanya untuk bekerja dengan menggunakan bahasa Inggris.”

De Gea mulai mampu menunjukkan kemampuannya. Ia bermain baik dengan menyelamatkan upaya Juan Mata saat bermain imbang 3-3 di Stamford Bridge, tujuh bulan di musim pertamanya, dan pujian pun terucap dari mulut Ferguson. “Fans mengkritiknya. Begitu pun dengan media. Tetapi manajer melindunginya dari media. Dia tahu dia memiliki aset jangka panjang. Dia baru berusia 19 tahun dan itu resiko, tetapi manajer dan saya mengawasinya, dan kami tahu betapa cemerlangnya dia.”

Beberapa waktu lalu muncul rumor yang mengatakan bahwa De Gea akan kembali ke Spanyol, namun Steele memintanya untuk tetap bertahan. “Saya mendengar spekulasi itu,” ucap Steele.

“Saya mengatakan kepadanya agar tetap bertahan. Saya mengatakan jika dia melakukannya dengan baik di United maka dia akan memiliki karir yang bagus. Saya berkata, ‘Ke mana Anda ingin kembali? Satu dari dua klub besar. Apakah Anda ingin ke Real, rival dari Atletico?’ Dia menjawab, ‘Tidak. Bukan keduanya, melainkan Barcelona’. Namun dia melihat United lebih baik baginya. Dia menjadi kapten Spanyol U-21 saat bermain untuk United. Dia akan bermain dengan tim senior di negaranya bersam kiper terbaik di dunia.”

Steele mengakui saat ini kehidupan De Gea jauh lebih baik meski masih ada sedikit masalah. “Ya, tapi masih ada sedikit masalah. Dia tinggal di sebuah rumah besar dengan ibu dan ayahnya. Dia punya pacar cantik yang tinggal di Barcelona. Kami mendorongnya untuk hidup mandiri. Hidup dengan orang tua akan membantu sekaligus menghalangi Anda.”

Sumber: http://www.supersoccer.co.id/liga-inggris/cerita-mantan-pelatih-kiper-united-tentang-seorang-de-gea/

Artikel dengan bentuk ragam bahasa

CONTOH ARTIKEL DENGAN BAHASA ILMIAH



Dampak Keyboard QWERTY pada Makna Kata

Pakar psikologi sosial di New School for Social Research mengatakan bahwa kesulitan dalam menggunakan obyek tertentu berpengaruh pada cara orang menilai obyek tersebut. Salah satu contoh adalah nama orang. Dikatakan bahwa semakin sulit seseorang melafalkan nama orang lain, seseorang tersebut akan semakin sulit menilai orang itu secara positif. Kini, ada contoh kasus baru yang dikaji peneliti. Dikatakan bahwa semakin sulit seseorang mengetik suatu kata di keyboard, maka semakin negatif pula makna kata itu.
                                                            
Kyle Jasmine dan Daniel Casasanto dari University of College London meneliti tentang QWERTY effect, dampak pada makna kata yang dihasilkan ketika orang mengetik dengan keyboard QWERTY. Jasmine mengungkapkan, kata-kata yang dengan huruf lebih banyak di sebelah kanan keyboard QWERTY (sebelah kanan T, G, dan B) memiliki makna lebih positif. Contohnya, kata "POOL" yang berarti kolam memiliki makna lebih positif daripada kata "DESERT" yang berarti gurun. Contoh lain adalah kata "IKAN" dan "DERAS".

Menurut Jasmine, hal itu terkait dengan kemudahan mengetik. Lebih mudah bagi manusia untuk mengetik huruf di sebelah kanan keyboard QWERTY daripada yang ada di sebelah kiri. "Jika mudah, maka cenderung memiliki makna positif. Jika sulit, maka akan sebaliknya," ungkap Jasmine seperti dikutip Wired pada Rabu (7/3/2012). Faktor yang semakin mendukung hasil penelitian tersebut adalah huruf yang terkesan padat di sebelah kiri sehingga semakin menyulitkan pengetikan. Orang juga cenderung mengetik huruf di sebelah kanan lebih cepat.

Dalam eksperimen, Jasmine menganalisis 1.000 kata dalam bahasa Inggris, Spanyol, dan Belanda. Ia menemukan bahwa QWERTY effect memang terbukti. Dalam eksperimen lain, 8.000 juru ketik juga diminta Mechanical Turk Service di Amazon.com untuk memberi kesan atas sebuah kata yang dihasilkan keyboard QWERTY. Hasilnya juga serupa. Jasmine menuturkan, "Ini adalah demonstrasi pertama yang menunjukkan bagaimana kata-kata membentuk makna dalam waktu tertentu." Apakah Anda percaya efek QWERTY ini?






CONTOH ARTIKEL DENGAN BAHASA SEMI ILMIAH



Usai penggembosan, SIM pengendara akan dicabut

Sindonews.com - Aksi cabut pentil yang dilakukan Dinas Perhubungan DKI Jakarta terhadap kendaraan yang parkir sembarangan mulai membuahkan hasil.

Kedepan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menegaskan kembali sanksi yang dilakukan, bisa berupa cabut SIM atau STNK.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengakui, aksi cabut pentil dan gembos kendaraan yang dilakukan Dinas Perhubungan DKI Jakarta berhasil membuat jera pemilik kendaraan.

Ia menegaskan, aksi gembos dan cabut pentil itu baru langkah awal menindak kendaraan yang parkir liar. Kedepannya, para pemilik kendaraan tersebut akan diberikan sanksi pencabutan SIM dan STNK.

"Itu tahapan pertama, nanti selanjutnya cabut SIM, ketiga cabut STNK, kalau enggak tegas ya kondisi jalanan bakal seperti ini terus," kata Jokowi di Balai Kota, Jumat (27/9/2013).

Atas dasar itu, lanjut Jokowi, jika tidak ingin bannya digembosi, para pemilik kendaraan diimbau agar tidak parkir sembarangan. Terlebih, selama ini di jalan-jalan sudah ada rambu larangan parkir.

"Kalau enggak mau dicabut pentilnya ya mudah, kalau ada tanda 'P' dicoret, berarti jangan parkir di situ," pungkasnya.





CONTOH ARTIKEL DENGAN BAHASA NON ILMIAH


KISAH HARU SEORANG IBU



Seorang ibu mengintip dari celah pintu di dekat dapur. Mencoba menahan air matanya yang sudah terkumpul di matanya yang sudah mulai keriput. Hatinya sakit, setetes air mata yang ia tahanpun akhirnya jatuh membasahi pipi. Ia terharu melihat keberhasilan anaknya, yang baru saja naik pangkat di Perusahaan tempat anaknya bekerja. Tapi layaknya seorang ibu, ia seharusnya berada di samping anaknya untuk ikut merasakan kebahagiaan.

Dalam hati Ia membatin, 'Selamat yaa Nak... Ibu juga bahagia jika melihat kau bahagia."

Sebuah kalimat yang tulus dari lubuk hati paling dalam dari seorang Ibu. Air matanya menyiratkan kebahagiaan, tapi miris melihat kenyataan yang ada. Tiba-tiba ia teringat perkataan anaknya.

"Pokoknya, kalau teman-teman dan atasanku datang, Ibu tidak boleh ikut merayakan bersama kami di ruangan itu dan jangan pernah bertemu dengan teman atau atasanku." kata anaknya dengan lantang.

"Aku tidak mau mereka tahu kalau aku punya ibu dengan satu mata dan penyakitan. Jadi Ibu lebih baik di dapur saja yaa." Anaknya mengucapkan kata-kata itu dengan enteng, tanpa memikirkan perasaan ibunya.

"Iya Nak."Sebuah jawaban yang begitu tulus dari mulut seorang ibu.

Anaknya yang lupa diri itu menikmati semua masakan bersama teman-temannya, semua makanan disiapkan oleh ibunya.

Kemudian salah satu atasannya bertanya, "masakan siapa ini ? enak sekali."

"Itu masakan Ibu saya, Pak." jawab si anak itu.

"Wah,masakannya enak sekali. Sampaikan salamku untuk Ibumu ya, katakan padanya bahwa saya menyukai masakannya yang lezat ini." tutur atasannya terkagum-kagum.

"Baik pak!" jawab anak muda itu.

Beberapa waktu kemudian, si anak itu kembali naik jabatan, untuk merayakannya ia kembali mengadakan acara makan-makan di rumah bersama teman-teman dan atasannya. Dan seperti sebelumnya, sang Ibu hanya ikut merayakan keberhasilan anaknya itu di dapur dan bersedih.

Teman-teman dan atasan si anak muda itu sangat menikmati masakan lezat sang Ibu. Masakan yang benar-benar lezat.

Kemudian atasannya berkata, "pasti ini masakan ibumu, kan?"

"Iya, Pak."

"Di mana beliau sekarang ?"

Sang anak kebingungan menjawab pertanyaan atasannya itu, ia mencoba mencari alasan agar mereka tidak tahu keadaan Ibunya.Tapi tiba-tiba atasannya melihat seorang ibu-ibu tua berada di dapur.

Iapun segera menghampiri ibu itu dan berkata, "Ibu yang memasak semua masakan ini,kan?"

Ibu itu sedikit ragu dan menjawab, "ii.iii...iiya, Pak."

"Wah masakan Ibu enak sekali. Saya sangat menikmatinya.Tapi mengapa Ibu tidak ikut makan bersama kami?"

Pertanyaan atasan anak ibu itu membuat sang ibu terdiam. Tiba-tiba si anak menghampiri Ibunya itu dengan menyeret ibunya ke belakang.

"Kan aku sudah bilang, Ibu tidak boleh bertemu dengan atasan atau teman-temanku. Aku malu!" si anak sangat marah.

"Maafkan Ibu, Nak" Ibu itu mencoba meminta maaf kepada anaknya.

Lalu anak itu berkata, "cukup Bu !!! mulai sekarang Ibu tidak boleh tinggal bersamaku lagi."

Sambil menangis, Ibu itu terus meminta maaf kepada anaknya. Tapi anak itu seperti berusaha tidak memperdulikan ibunya.

Pada akhirnya, anak muda tersebut membelikan sebuah rumah kecil untuk ditinggali ibunya. Hal itu ia lakukan agar tak ada yang tahu keadaan ibunya. Kasihan sekali ibunya, sudah sakit-sakitan dan dicampakan anaknya.

Kemudian sang anak kembali naik jabatan, kali ini adalah jabatan tertinggi. Sebuah acara yang lebih besar telah ia persiapkan. Tanpa Ibunya untuk menyiapkan hidangan seperti biasanya. Ibunya mengetahui kabar suka cita itu dan si ibu menitipkan sebuah surat kepada seseorang untuk di berikan kepada anaknya.

Dalam surat itu tertulis :

Untuk Anakku tersayang, ..
Selamat atas keberhasilanmu, Nak... Ibu sangat bahagia. Maaf Ibu tidak bisa datang, karena Ibu tahu kamu tidak menginginkan kedatangan Ibu. Ibu tahu kamu malu dengan keadaan Ibu, seorang Ibu yang hanya punya satu mata dan penyakitan pula.

Tapi perlu kamu ketahui Nak! salah satu mata ini kuberikan padamu, ketika kamu mengalami kecelakaan waktu kecil. Ibu rela Nak..Ibu rela..Asalkan kamu bahagia.

Buat teman-teman,jangan pernah Sia-siakan Ibu kalian. Kalian mungkin tidak pernah tahu seberapa besar pengorbanan seorang ibu untuk kita. Ibu akan melakukan apapun bahkan mengorbankan harta serta nyawa demi kebahagiaan kita.